Kebudayaan Menurut Para Ahli, Ini Penjelasannya..!!! 

Ilustrasi kebudayaan

Deteksifakta.com — Dalam antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan, rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan manusia.

Ada beragam pengertiannya menurut para ahli. Namun sebelumnya, kamu bisa memahami terlebih dahulu apa pengertian dari kata ini secara umum.

Dikutip dari buku Antropologi SMA Kelas XI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2021), kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yakni buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, berarti budi atau akal, sedangkan kata daya memiliki arti kekuatan.

Dalam bahasa Inggris, budaya berarti culture yang berasal dari bahasa Latin yakni colere, artinya mengolah atau mengerjakan. Biasanya berhubungan dengan pengolahan tanah atau bertani.

Kata culture sendiri pada awalnya bermakna segala gagasan dan tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam (Koentjaraningrat, 1996:74).

Pengertian Kebudayaan menurut Para Ahli

Terdapat sejumlah ahli antropologi yang membedakan istilah kebudayaan dengan budaya. Menurut mereka, budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa.

Namun dalam cabang Antropologi Budaya, kedua istilah itu tidak dibedakan. Budaya dipakai sebagai kependekan dari kebudayaan dan memiliki arti yang sama.

Dihimpun dari buku Antropologi SMA/MA Kelas XI (2007) dan sumber lainnya, berikut definisi kebudayaan menurut beberapa ahli antropologi.

1. Franz Boas (1858-1942)e

Segala macam bentuk manifestasi dari perilaku sosial suatu komunitas, reaksi-reaksi dari individu yang dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki oleh kelompok tempat di mana ia hidup, dan juga hasil dari aktivitas-aktivitas manusia yang ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan.

2. Bronislaw Malinowski (1884-1942)

Penyelesaian manusia terhadap lingkungan hidupnya, serta usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sesuai dengan keadaan (tradisi) yang terbaik. Hubungan manusia dengan alam semesta bisa digeneralisasikan secara lintas budaya (Saifuddin, 2005; 167).

3. Clifford Geertz (1926-2006)

Sistem keteraturan dari makna dan simbol-simbol, yang mana melalui makna dan simbol yang ditransmisikan, diterjemahkan, dan diinterpretasi dari informasi, memantapkan individu, mengembangkan pengetahuan, membuat penilaian, dan bersikap terhadap kehidupan mereka (Saifuddin, 2005:288).

4. Edward Burnett Taylor (1832-1972)

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan, dan kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

5. Koentjaraningrat (1923-1999)

Seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, dan karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar (1996:73).

6. Roger M. Keesing (1935-1993)

Roger menyimpulkan bahwa ada dua pendekatan tentang arti kebudayaan di kalangan antropolog kontemporer. Pendekatan pertama disebut dengan pendekatan adaptif, mendefinisikan kebudayaan sebagai konteks pikiran dan perilaku.

Sementara pendekatan kedua yang merupakan pendekatan ideasional, mendefinisikan kebudayaan semata-mata sebagai konteks pikiran (Saifuddin, 2005:84).

7. Parsudi Suparlan (1938-2007)

Menurut Parsudi Suparlan, kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi kerangka landasan mewujudkan dan mendorong terwujudnya kelakuan.

Selamat belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *